Beribu musim telah kutempuhi
Ketandusan malam jua nur pagi
Tiada kata mampu mengukirkan hikmah hidup ini
lantas kuhanya mampu mengabadikan
Dedaun kehidupan
Yang penuh kesangsian
Dalam kepasrahan kurempuh jua
Kerana masih terbuka luas
Jalan yang indah
Bersamamu bintang
Engkau ciptakan
Bebunga harapan yang engkau luahkan
Sewaktu jatuh bangunku kau tabah sinarkan
Bersamamu angin
Kulayari bahtera ini
Kurentasi liku-liku di hadapan dengan tiupanmu
Kutembusi jua wewarna alam fantasiku
Bersamamu ombak
Betapa kurasa indahnya alunan arus
Tatkala kujalani taridra hidupku
Kau bawaku selami pasang surutmu
Bersamamu suria
Kau hangatkan semarak jiwaku
Kau bentangkan keluhuran kasihmu
Bersamamu gunung
Kujejaki tanah yang luas tersedia
Mendaki tingginya puncak kebahgiaan
Walau sukar kau mengajar ku arti kesabaran
Bersamamu pelangi
Kau ceriakan keresahanku
Bersama tujuh kecantikanmu
Setelah hujan membasahi diriku
Bersamamu cinta
kujatuh sehingga ke lubuk terbisa
Kau bermain dengan perasaanku
Kau mempersendakan keikhlasan
Kucuba luahkan
Tatkala daku semakin terhimpit
Kau rumitkan lagi dengan kepahitan
Karena perpisahan yang kau pintakan
Namun hanya bersamamu
Bintang
Angin
Ombak
Suria
Gunung
Pelangi
Hanya bersamamu
Kumampu bernyawa lagi
Hidup ini bersamamu
Dikaulah mutiara
Dikaulah cahaya hatiku
Kini kutegar untuk terus berdiri
Menyemai bibit hidup ini
Inilah cintamu ya rabbi
dikau terima hambamu ini
meski hati dinodai dosa
Engkau beriku arti kemaafan
yang kita dambakan sesama insan
WaAllahua'lamu Bisshowaab
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment